Tampilkan postingan dengan label Kandungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kandungan. Tampilkan semua postingan

Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan dan Perkiraan Hari Kelahiran Bayi

September 16, 2017

Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan dan Perkiraan Hari Kelaahiran Bayi -  Perbedaan taksiran hari persalinan dapat terjadi , namun biasanya tidak hingga 3 minggu. Silahkan untuk melaksanakan pemeriksakan dan konsultasi ke dokter kandungan perihal perkiraan persalinan anda berdasarkan beberapa parameter di bawah ini :
1. Berdasarkan Siklus haid.

Sebagian besar , Menstruasi antara 21hingga 35 hari , dan teratur tiap bulan , hari pertama siklus haid terakhir dapat dijadikan dasar untuk menentukan taksiran persalinan.

Perkiraan Persalinan mampu dihitung dengan Rumus Naegle --> yaitu dengan  menambah tanggal Mens terakhir dengan 7 , dan mengurangi Bulan dengan 3. (tanggal perkiraan lahir=hari +7 , Bulan -3 dari mens terakhir)

misalnya , hari pertama siklus terakhir haid 1 Juni 2012 dan siklus Anda 28 hari sekali teratur tiap bulan , maka taksiran persalinan ialah 8 Maret 2013 ,(tanggal 8 didapat dari tanggal 1+7 , bulan Maret didapat dari Juni-3bulan).

Bila siklus Anda teratur dan bukan 28 hari tetapi termasuk normal , tinggal ditambah atau dikurangi saja menyesuaikan dengan siklus.

2.Didapat dari Hasil pemeriksaan USG
Pada kasus siklus menstruasi tidak teratur , hasil USG pada trimester pertama dapat dijadikan taksiran dengan angka kesalahan kurang lebih 2 hari. lebih baik lagi kalau dikombinasikan dengan hasil USG tiap trimester berikutnya akan lebih menambah keakuratan usia kehamilan

3.Gerakan Bayi
walaupun bayi sudah bergerak dalam kandungan ibu hamil lebih dini , Secara umum Gerakan bayi mampu dirasakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. jadi kapan pertama kali seorang ibu hamil mencicipi gerakan bayi pada kandungannya , maka dikala itulah usia kehamilan ibu hamil tersebut sekitar 20 minggu.

dibawah ini ialah aplikasi yang dapat membantu anda dalam memperkirakan usia kehamilan dan perkiraan kelahiran bayi anda , ini berarti berdasar metode pertama yaitu dihitung dari hari pertama haid terakhir


Kalkulator Usia Kehamilan

Isi di Bawah ini dengan Hari Pertama Menstruasi Terakhir Anda ya..




Lamanya siklus menstruasi Anda
Kemungkinan Tanggal Pembuahan(Masa Subur):
Akhir trimester I - Awal Trimester II (12 minggu):
Akhir trimester II - Awal Trimester III (27 minggu):
Perkiraan Melahirkan/Persalinan  (40 minggu)--->>:

Usia  kehamilan Anda Hari ini ------------------------>>:


Usia Kehamilan Anda Pada tanggal berikut:




Usia kehamilan anda Pada dikala Tanggal di Atas


Untuk Dibawah ini , Masukkan Usia Kehamilan yang diinginkan , Akan jatuh pada Tanggal Berapa (mis , Usia Kehamilan 10 ahad akan jatuh pada tanggal Sekian..) 
Usia Kehamilan (minggu):
Usia Kehamilan yang Anda Masukkan di Atas , Jatuh pada tanggal :


Masukkan tanggal Perkiraan Lahir untuk mengetahui kapan Sebenarnya Hari Pertama Menstruasi Terakhir anda




Perkiraan Hari Pertama Menstruasi Anda :

Semoga bermanfaat

Ketahui Penyebab Keguguran dan Penanganannya

September 15, 2017
Ketahui Penyebab Keguguran dan Penanganannya - Bagi ibu hamil resiko keguguran ialah momok yang sangat seram dan dikhawatirkan. Karena apabila ini terjadi , harapan akan hadirnya si buah hati , serta harapan memiliki bayi yang mungil dan lucu sirna sudah apabila seorang ibu hamil mengalami keguguran. Belum lagi akhir yang ditimbulkan dari keguguran ialah rasa sakit , timbulnya stress sampai rasa stress berat yang menghantui ibu yang mengalami kejaadian keguguran.

Untuk menghindari kejadian keguguran pada ibu hamil , maka sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mengetahui faktor penyebab keguguran dan tanda – tanda akan terjadinya keguguran. Keguguran ialah proses keluarnya janin dari rahim ibu hamil atau disebut juga sebagai persalinan prematur sebelum bayi bisa untuk hidup dimana janin memiliki berat di bawah 500 gram.. Resiko keguguran mempunyai presentase antara 15 sampai 40% dari para ibu hamil , dan rata – rata keguguran terjadi disaat usia kandungan masih muda yaitu sebelum usia kehamilan mencapai 3 bulan yang presentasenya mencapai sampai 75%. Namun apabila ibu hamil telah melewati usia kehamilan diatas 3 bulan , resiko terjadinya keguguran akan lebih kecil.

Terdapat dua jenis keguguran yaitu; keguguran yang dikenali dan keguguran tidak dikenali. Keguguran yang dikenali terjadi pada wanita yang telah mengetahui dan menunjukan dirinya hamil. Sedangkan keguguran yang tidak dikenali , terjadi pada wanita yang belum mengetahui dirinya hamil. Ini dapat terjadi pada wanita yang menstruasinya datang sedikit terlambat dan menduga itu merupakan menstruasi biasa padahal telah terjadi keguguran.

Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya keguguran pada ibu hamil :

Terjadinya kelainan pada janin yang disebabkan oleh kelainan kromosom , yaitu terjadi pada dikala berlangsungnya proses pembuahan didalam rahim (pembawa sifat di dalam inti sel yang diturunkan dari ayah dan ibu kepada anaknya). Hal ini menimbulkan , embrio yang terbentuk dalam rahim menjadi cacat sehingga dikeluarkan tubuh ibu hamil.

Ibu hamil mengalami kelainan pada tubuh , Misalnya kelainan pada sistem hormonal bisa berupa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah , sistem kekebalan tubuh , abses menahun , dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.

Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi ialah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak bisa menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya bisa bertahan sampai simpulan trimester pertama.

Penyebab lain ialah karena ibu hamil mengalami infeksi , menyerupai terinfeksi virus TORCH , HIV , Hepatitis dan sebagainya.

Gaya Hidup Seorang wanita perokok , gemar mengkonsumsi minuman keras , mengalami obesitas , kekurangan berat tubuh , dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan. Wanita dengan gaya hidup tersebut mempunyai resiko keguguran lebih tinggi.

Pada umumnya sebelum terjadinya keguguran , terdapat beberapa tanda yang memperlihatkan gejala yang tidak betul pada proses kehamilan , Tanda - tanda terjadinya keguguran :

Mengalami Perdarahan - Perdarahan pada wanita hamil merupakan tanda yang paling umum dijumpai. Perdarahan yang terjadi dapat berupa bercak-bercak yang berlangsung dalam waktu yang lama sampai mengalami perdarahan hebat. Terkadang terdapat adegan jaringan rahim yang robek dan ikut keluar bersamaan dengan keluarnya darah. Seperti , adegan dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.

Mengalami Rasa Nyeri Pada Bagian Bawah Perut - Tanda ini biasanya terjadi dalam waktu cukup lama. rasa sakit juga dapat terjadi di adegan bawah panggul , selangkangan , dan tempat sekitar alat kelamin. Rasa nyeri ini terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

Setelah mengalami keguguran sangat diharapkan penanganan yang baik semoga kondisi tubuh sang ibu cepat sembuh dan kembali kepada kondisi normal.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan , apabila ibu hamil telah mengalami keguguran.

1.Beristirahatlah Yang Cukup.
Karena dengan beristrirahat yang cukup akan berkhasiat untuk mengurangi kelelahan pada tubuh dan mengatasi tekanan psikologis yang terjadi setelah dilakukan kuret.Kuret ialah proses pembersihan dari sisa jaringan yang terdapat dalam rahim. Pemulihan kondisi tubuh tersebut sangat tergantung pada usia kehamilan , atau ada tidaknya komplikasi dikala tindakan. Pada umumnya , Apabila tidak terjadi komplikasi dikala pemulihannya membutuhkan waktu antara 1 sampai 2 minggu. 

Dalam melaksanakan istirahat untuk pemulihan tersebut tidak perlu beristirahat total hanya di tempat tidur. Istirahat dapat diperpanjang sesuai saran dokter , jikalau ada gejala abses atau pendarahan setelah tindakan kuret. Sebaiknya tetap melaksanakan acara menyerupai biasanya. Sehingga diharapkan , peredaran darah akan berjalan lancar dan bentuk rahim akan segera kembali normal menyerupai sediakala. Namun , hindari acara yang terlalu banyak membutuhkan tenaga.

2. Melakukan komunikasi dengan pasangan 
Ibu yang mengalami keguguran sebaiknya jangan terlalu larut dalam kesedihan dan menyalahkan diri sendiri , karena belum tentu penyebabnya berasal dari ibu oleh karen itu lakukanlah komunikasi yang baik dengan pasangan anda , apa rencana anda selanjutnya.

3. Merencanakan untuk hamil kembali 
Menurut para jago masa yang baik untuk hamil kembali ialah menunggu paling tidak satu kali siklus haid. Namun , setelah keguguran kesuburan akan segera datang dalam waktu antara dua sampai empat minggu. Hal ini berbeda dengan wanita yang gres melahirkan dan menyusui , di mana terjadi pengeluaran hormon prolaktin (hormon untuk menyusui) yang dapat menghambat kesuburan.

4. Lakukan pemeriksaan ke dokter
Bagi yang merencanakan kehamilan berikut , segera lakukan pemeriksaan ke seorang jago kandungan. Terutama , untuk yang telah mengalami keguguran sedikitnya dua kali secara beruntun. Semakin sering terjadi keguguran berulang , maka risiko untuk keguguran pada kehamilan berikutnya cukup tinggi. Umumnya dokter akan melaksanakan pemeriksaan bentuk rahim , serta mengevaluasi kondisi hormonal dan sistem kekebalan tubuh Anda.

5. Memasang alat kontrasepsi 
Jika Anda tak ingin cepat-cepat hamil lagi , segera pasang alat kontrasepsi. Bahkan , jikalau perlu eksklusif setelah kuret. Alat kontrasepsi dapat eksklusif dipasang atau diberikan seusai tindakan kuret , tak perlu menunggu sampai masa menstruasi tiba. Alat atau jenis kontrasepsi yang dapat diberikan setelah keguguran ialah Pil KB , suntik , susuk atau alat kontrasepsi dalam rahim (spiral).

6. Waspadai demam Bila setelah kuret.
Apabila ibu mengalami keguguran dan menjalani kuret biasanya akan mengalami demam dan menggigil , sakit sekitar perut , kram atau sakit punggung , mengalami pendarahan berlebihan atau terdapat pengeluaran cairan dari vagina yang berbau busuk , segeralah kembali ke dokter. Jangan ditunda. Siapa tahu telah terjadi komplikasi.

Dari banyak sekali sumber.

Mengenai Cairan Ketuban Ibu Hamil

September 12, 2017
Mengenai Cairan Ketuban Ibu Hamil - Saat ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan di dokter kandungan , biasanya kita dapat mengetahui volume air dari ketuban yang ada di dalam rahim. Fungsi dari cairan ini ialah untuk menjaga kelangsungan hidup bagi calon bayi yang didalam kandungan dimana cairan ketuban ini menjaga janin dari terjadinya benturan pada ketika ibu hamil melaksanakan melakukan pergerakan ketika beraktifitas setiap harinya. Selain itu cairan ketuban juga mempunyai fungsi untuk menjaga suhu didalam kandungan semoga tetap normal , serta membantu mendorong tumbuh kembang organ badan calon bayi.

Jumlah atau volume cairan ketuban ini akan terus meningkat mengikuti bertambahnya usia kehamilan sang ibu , dan menjelang proses kelahiran volume cairan ketuban akan menyusut , menurut seorang seorang jago obstetri dan ginekologi di California amerika serikat , Jeanne A. Conry , MD , PhD ,  "Cairan ketuban dapat menandakan dan memberi gambaran perihal perkembangan kesehatan ibu disaat hamil ," .

Cairan Ketuban dihasilkan oleh lapisan amnion , yang terdiri dari produksi urine bayi. Yang akan diserap kembali oleh janin melalui akses pencernaan , sehingga sirkulasinya berjalan teratur. jumlah air ketuban yang terganggu mengindikasikan adanya gangguan pada sirkulasi tersebut. Apabila Cairan ini terlalu sedikit hal tersebut menandakan bahwa ibu hamil mengalami kondisi kesehatan tertentu , menyerupai gula darah atau diabetes dan juga naiknya tekanan tekanan darah. "Jika hal ini dialami pada masa awal kehamilan , dapat mensugesti perkembangan bayi dalam kandungan ," ungkap Conry. Selain itu , kemungkinan lain juga dapat terjadi yakni cacat pada bayi ketika dilahirkan.

Namun apabila volume cairan ketuban didalam kandungan terlalu berlimpah , dapat mengindikasikan bahwa ibu hamil memiliki duduk perkara gula darah atau diabetes. Sementara resiko pada bayi ialah kemungkinan cacat ketika lahir , terutama pada area gastrointestinal dan sistem syaraf. Cairan ketuban yang berlebihan juga menunjukkan membuktikan bahwa bayi didalam kandungan mengalami abuh atau denyut jantung yang tidak normal.

Kedua kondisi ini perlu amati dengan cermat oleh jago dan beberapa tes akan perlu dilakukan untuk memastikan calon bayi Anda dalam kondisi yang sehat.

Kehamilan Diluar Kandungan

September 11, 2017

Kehamilan Diluar Kandungan | Kehamilan Ektopik | Penyebab Terjadinya Kehamilan Diluar Kandungan | Tanda dan Gejala Kehamilan Diluar Kandungan | Penanganan Terhadap Kehamilan Ektopik


Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik ialah kondisi kehamilan dimana sel telur wanita yang telah mengalami proses pembuahan tidak dapat melekat pada dinding rahim ibu , akan tetapi melekat dan menempel pada tempat yang berbeda yakni menempel pada episode tuba falopi atau kanal telur , yang posisinya berada pada leher rahim wanita , di episode indung telur atau didalam rongga perut. Makara dapat dikatakan juga bahwa kehamilan ektopik ialah suatu kondisi dimana sel telur wanita yang telah mengalami proses pembuahan mengalami implantasi bukan pada tempat yang seharusnya atau terjadi pada episode lain selain didalam rahim ibu , yakni uterus. Apabila sel telur yang telah dibuahi melekat pada kanal telur , ini akan dapat menyebabkan terjadinya sel telur yang bisul atau pecah yang diakibatkan oleh pertumbuhan embrio. 

Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik , menimpa sekitar 1 persen dari semua kehamilan dan hal ini ialah suatu kondisi emergency yang membutuhkan dilakukannya pertolongan dan penanganan secara cepat. Karena apabila kondisi ini dibiarkan dan diabaikan oleh ibu yang mengalami kehamilan ektopik akan sangat beresiko dan dapat menjadikan bahaya terhadap nyawa sang ibu , ini disebabkan karena adanya perdarahan didalam rongga abdomen , sehingga terjadinya pendarahan ini bukanlah perdarahan yang keluar menyerupai halnya ibu akan mengalami keguguran. Dalam beberapa kasus kehamilandiluar kandungan , janin yang dikandung sang ibu kemungkinan untuk dapat bertahan hidup sampai lahir sangatlah kecil. Akan tetapi pada beberapa kondisi kecil , misalnya pada kehamilan abdominal , terjadinya proses kehamilan dan janin dapat bertahan sampai proses persalinan. kemudian apabila proses persalinan bayi dilakukan dengan cara operasi caesar , maka ada kemungkinan bayi yang dikandung tersebut bisa bertahan untuk hidup.

Apa Penyebab Dari Kehamilan Ektopik?

Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal namun yang paling umum terjadi ialah karena disebabkan oleh terjadinya infeksi pada kanal falopi.
Berikut beberapa kondisi yang memungkinan terjadinya Kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan pada wanita :

Sang ibu pernah memiliki riwayat kehamilan ektopik atau pernah mengalami kehamilan diluar kandungan sebelumnya.
  1. Sang ibu mempunyai riwayat operasi pembedahan pada kawasan sekitar tuba falopi atau pernah mengalami operasi tersebut.
  2. Selama masa kehamilan sang ibu pernah mengalami Diethylstiboestrol (DES)
  3. Ibu mengalami kelainan kongenital pada tuba fallopi.
  4. Ibu mempunyai riwayat Penyakit Menular Intimual (PMS) menyerupai gonorrhea , klamidia dan PID (pelvic inflamamtory disease) dan sebagainya.
Beberapa Gelaja Kehamilan Ektopik

Gejala kehamilan dilura kandungan atau kehamilan ektopik terjadi pada ketika usia kehamilan mencapai usia antara 6 sampai 10 minggu. Berikut ini beberapa gejala umum yang terjadi pada ibu yang mengalami kehamilan ektopik :
  1. Pada kawasan panggul salah satu sisinya , ibu hamil akan mencicipi sakit hal ini biasanya terjadi secara tiba-tiba
  2. Mengalami kondisi perdarahan alat kelamin di luar agenda menstruasi atau menstruasi yang tidak biasa
  3. Mengalami rasa nyeri yang sangat pada kawasan perut episode bawah
  4. Ibu hamil mengalami pingsan
Gejala tahap lanjut pada kehamilan ektopik :
  1. Rasa sakit perut yang muncul akan terjadi semakin sering
  2. Gejala lainnya ialah kulit ibu hamil terlihat lebih pucat
  3. Adanya tekanan darah rendah (hipotensi)
  4. Terjadinya denyut nadi yang meningkat
Diagnosa
Kehamilan ektopik biasanya sangat sulit di diagnosa oleh dokter , karena gejala dan tanda kehamilan ektopik juga biasanya terjadi pada kehamilan normal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kehamilan ektopik , yaitu dengan cara:

  1. Menggunakan USG (ultrasonography). Melalui usg dokter dapat mendeteksi kehamilan ektopik karena tuba falopi terdetek mengalami kerusakan dan terjadinya perdarahan atau terdeteksi di luar uterus terdapat embrio
  2. Melalui pengukuran terhadap kadar HCG (human chrionic gonadotopin - hormon kehamilan). Ibu hamil yang mengalami ektopik biasanya kadar hcg nya tidak mengalami peningkatan
  3. Dilakukannya pembedahan dengan sayatan kecil di episode bawah perut (laparoskopi)
Pengobatan
Dokter akan selalu membatalkan kondisi kehamilan ektopik dengan cara pemberian obat-obatan untuk menahan perkembangan embrio. Efek jangka panjang akan dapat terhindarkan bila , kehamilan ektopik dapat terdekteksi semenjak dini. bila kehamilan ektopik telah terdektesi semenjak dini , hal ini dapat ditangani dengan pemberian obat suntik biar dapat diserap oleh badan ibu hamil , hal ini dapat menyebabkan kondisi tuba falopi masih dalam keadaan utuh. Jika kondisi serius , menyerupai bila tuba falopi telah mengembang , maka dokter akan melaksanakan operasi.

Prognosa
Sekitar 12 persen wanita akan kembali mengalami kehamilan diluar kandungan atau ektopik , apabila sebelumnya juga mempunyai riwayat mengalami kehamilan diluar kandungan. Wanita akan mengalami kesuburan kembali setalah mengalami kehamilan ektopik (60 persen) , Mengalami syok berat setelah terjadinya kehamilan ektopik sehingga berakibat wanita tersebut tidak ingin atau takut untuk menjalani kehamilan (30 persen) serta sekitar 10 persen wanita akan memiliki duduk perkara kesuburan setelah mengalami kehamilan ektopik.

Pada kondisi wanita yang mengalami pasca kehamilan ektopik , sangat diharapkan tugas serta pinjaman faktual dari sang suami , dari saudara , ataupun rekan dan teman terdekat.. Hal ini dimaksudkan biar pengalaman traumatic setelah wanita mengalami kehamilan ektopik dapat segera hilang dan secara perlahan meringankan beban mentalnya , sehingga harapan wanita untuk bisa hamil kembali dapat pulih dengan secepatnya , tentunya melihat kondisi setelah mengalami kehamilan ektopik. Konsultasikan kondisi anda kepada dokter atau bidan bila anda ingin hamil kembali setelah mengalami kehamilan ektopik. Hal ini sangatlah penting untuk dilakukan , biar dokter atau bidan dapat memperlihatkan langkah-langkah yang harus di tempuh untuk menghindari kembali terjadinya kehamilan ektopik. Dan bila , memutuskan untuk hamil kembali , maka pengawasan ketat terhadap kehamilan berikutnya sangat diharapkan , guna menjaga biar kehamilan tetap berlangsung dengan baik sampai masa persalinan nanti.


Video Kehamilan Diluar Kandungan



Sumber : Bidanku

Beberapa Tips Persiapan Persalinan

September 05, 2017

Persiapan Persalinan - Para ibu hamil yang hendak melaksanakan proses persalinan sebaiknya mempersiapkan diri dan melakukannya dengan cara yang sehingga tidak terjadi stress berat atau baby blues pada sang ibu pasca persalinan. Oleh alasannya yaitu itu ibu hamil perlu untuk membekali diri dengan beberapa tips yang bermanfaat dari Dr. S. Gozali , MBBS (London) , MRCOG (London) , DFFP (UK) , Spesialis Obstetrics dan Gynaecology , RS Grha Kedoya .

Berikut beberapa tips persiapan menjelang persalinan :

1.   Persiapan Mental

Proses persalinan yang panjang akan sangat membutuhkan tenaga dan mental yang menjadikan kelelahan pada sang ibu , dengan Persiapan mental yang baik dari sang ibu tentu akan sangat membantu untuk melalui proses tersebut khususnya bagi ibu baru. Disamping itu , ibu hamil juga akan terbebas dari rasa takut dalam menjalani proses melahirkan sehingga proses persalinan pun dapat dilalui dengan pikiran yang hening dan rileks

2.  Perlunya Riset

Dengan mempunyai pengetahuan yang benar , Anda mampu tahu mana yang benar dan tidak , serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya , menanggapi pesan yang tersirat yang ternyata hanya mitos. Anda mampu berdiskusi dengan dokter kandungan atau mencari tahu di buku hingga situs kesehatan. Riset mengenai proses persalinan juga bermanfaat semoga Anda tak akan terlalu kaget ketika dokter melaksanakan pemeriksaan adegan dalam , mengecek pembukaannya , memeriksa kondisi bayi , denyut jantung ibu dan bayinya , dan lain-lain.

Jangan lupa juga untuk mencari tahu rumah sakit dan dokter kandungan atau bidan yang kompeten dan selalu siap sedia. Pertimbangkan pula kemungkinan terjadinya komplikasi. Makara selain dokter kandungan , cari tahu juga apakah di rumah sakit yang dipilih terdapat dokter anastesi , dokter anak , internis , seorang hebat bedah yang kompeten. Fasilitas yang diharapkan juga harus masuk ke dalam riset. Begitu juga dengan terusan menyerupai jarak dari rumah , kemacetan , hingga lahan parkir di rumah sakit.

3.   Antenatal Care

Persalinan yaitu proses yang alami. Makara meski Anda belum berpengalaman , persalinan tidak akan terlalu menakutkan. Terutama kalau Anda rajin melaksanakan antenatal care atau pemeriksaan selama kehamilan dengan benar dan tepat. “Kadang-kadang ketika persalinan dokter menemukan ada komplikasi (yang tidak terdeteksi , Red.) ,“ ujar Gozali. Menurut Gozali , seharusnya komplikasi tidak hingga terjadi atau terdeteksi lebih awal kalau ibu hamil rutin melaksanakan antenatal care .

Manfaat lain dari antenatal care yaitu Anda akan diedukasi bagaimana persalinan yang benar. Misalnya mengenal tanda-tanda persalinan atau partum menyerupai ada “show” atau sejumlah kecil darah yang bercampur dengan lendir dari serviks , kontraksi , hingga air ketuban pecah. Jika salah satu ciri tersebut muncul , harapannya Anda mampu tahu kapan harus berangkat ke rumah sakit. Selain itu , antenatal care juga memelajari soal diet pada ibu hamil , latihan bernapas untuk persalinan , sexual intercourse , serta ancaman merokok , obat-obatan terlarang , alkohol , dan lainnya.

4.  Belajar Pernapasan

Untuk menahan rasa nyeri selama proses persalinan , “Ada yang namanya breathing exercise . Biasanya itu diajarkan di kelas senam hamil. Jangan lepas kontrol dengan berteriak-teriak enggak jelas. Sebisa mungkin hal ini diantisipasi dan ibu mampu tetap fokus melahirkan ,” saran Gozali. Jika Si Ibu tetap tidak mampu menahan rasa sakit , dokter akan menunjukkan obat penghilang rasa sakit dengan cara menyuntikkannya. “Kalau di luar negeri ada yang namanya Entenox atau laughing gas atau nitrous oxide . Di Indonesia setahu saya enggak ada. Efeknya menenangkan ,“ ujarnya.

Gozali bercerita , ada juga beberapa perempuan yang tidak terlalu peduli rasa sakit. “Rasa sakit ini hanya sementara hingga bayinya keluar. Setelah ini saya mampu senang-senang ,” kisah Gozali menirukan para ibu-ibu. Menurutnya , mental menyerupai inilah yang seharusnya dimiliki semua perempuan semoga proses persalinan menjadi lebih mudah dan ringan.

5.  Dukungan Moral

Cari perlindungan moral dari suami , ibu , saudara perempuan , sobat , atau yang lainnya. Dukungan ini akan sangat Anda butuhkan selama proses berlangsung. “Sebaiknya , sih , perempuan alasannya yaitu biasanya suami atau lelaki tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yang penting ada birthing partner .“ Meski demikian , suami mampu mendukung istri dengan memberi semangat ketika istri lelah ketika mengejan.

Dukungan ini sebaiknya jangan ada di ketika persalinan saja , tapi juga di bulan-bulan awal ketika bayi gres lahir. Ingat , pasca melahirkan merupakan ketika yang merepotkan sekali bagi ibu. Suami jangan menganggap cukup istri yang mengurus anak atau berpikir , “Ya sudahlah , ada susternya ini.” Sebab suami wajib membantu istri dalam merawat dan mengurus bayi mereka.

6.  Perlengkapan Bayi

Siapkan perlengkapan bayi sebelum proses melahirkan tiba. Sebut saja popok , pakaian , selimut , botol susu , perlengkapan mandi , obat-obatan khusus bayi , dan lain-lain. Lengkapnya , Anda mampu menanyakan ini kepada sobat yang sudah berpengalaman atau dari bidan dan perawat pada ketika antenatal care .

7.  ASI

ASI memang makanan terbaik bagi bayi usia 0-2 tahun. Namun tak sedikit pula wanita yang kesulitan mengeluarkan ASI. Solusinya , pahami dan cari tahu apa yang membuat ASI Anda tidak keluar. Apakah memang alasannya yaitu Anda stres , bermasalah dengan puting , atau hal lainnya. Sebaiknya tanyakan hal ini kepada dokter atau konsultan laktasi. Jika semua cara sudah Anda lakukan tapi ASI tetap tak keluar , jangan risau dan terima saja. “Anda mampu menggantinya dengan susu formula. Jangan hingga Anda berpikir anak Anda tidak akan tumbuh tepat tanpa ASI. Pikiran menyerupai itu hanya akan membuat Anda semakin stres ,” terang Gozali. 

Sumber :  Tabloid Nova